Showing posts with label Pasar. Show all posts
Showing posts with label Pasar. Show all posts

Mengenal Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal
Manajemen Investasi. Menurut Husnan (2003) adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual-belikan, baik dalam bentuk hutang maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Menurut Usman (1990:62), umumnya surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal dapat dibedakan menjadi surat berharga bersifat hutang dan surat berharga yang bersifat pemilikan. Surat berharga yang bersifat hutang umumnya dikenal nama obligasi dan surat berharga yang bersifat pemilikan dikenal dengan nama saham. Lebih jauh dapat juga didefinisikan bahwa obligasi adalah bukti pengakuan hutang dari perusahaan, sedangkan saham adalah bukti penyertaan dari perusahaan.

Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu pasar (tempat, berupa gedung) yang disiapkan guna memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya dengan memakai jasa para perantara pedagang efek (Sunariyah, 2000 : 4). Dilihat dari pengertian akan pasar modal diatas, maka jelaslah bahwa pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencari dana dengan menjual hak kepemilikkan perusahaan kepada masyarakat.

Investasi dan Pelaku Pasar Modal
Dewasa ini telah dikembangkan suatu model dalam pengambilan keputusan tentang usul investasi yang berada dalam suatu portofolio, dimana proyek baru yang diusulkan itu dikaitkan dengan proyek-proyek lainnya yang ada dalam suatu perusahaan.

Proyek-proyek investasi itu mempunyai risiko yang tidak independent Awat (1999 : 276).

Harapan keuntungan suatu portofolio adalah rata-rata tertimbang dari harapan keuntungan surat berharga yang diperbandingkan dalam portofolio tersebut. Para pemain utama yang terlibat di pasar modal dan lembaga penunjang yang terlibat langsung dalam proses transaksi antara pemain utama sebagai berikut Kasmir(2001 : 183-189) :

1. Emiten. 
Perusahaan yang akan melakukan penjualan surat-surat berharga atau melakukan emisi di bursa (disebut emiten). Dalam melakukan emisi, para emiten memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), antara lain :
a. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi.
b. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
c. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru. 

2. Investor. 
Pemodal yang akan membeli atau menanamkan modalnya di perusahaan yang melakukan emisi (disebut investor). Sebelum membeli surat berharga yang ditawarkan, investor biasanya melakukan penelitian dan analisis tertentu. Penelitian ini mencakup bonafiditas perusahaan, prospek usaha emiten dan analisis lainnya.
Tujuan utama para investor dalam pasar modal antara lain :
a. Memperoleh deviden. Ditujukan kepada keuntungan yang akan diperolehnya berupa bunga yang dibayar oleh emiten dalam bentuk deviden.
b. Kepemilikan perusahaan. Semakin banyak saham yang dimiliki maka semakin besar pengusahaan (menguasai) perusahaan.
c. Berdagang. Saham dijual kembali pada saat harga tinggi, pengharapannya adalah pada saham yang benar-benar dapat menaikkan keuntungannya dari jual beli sahamnya.

3 Lembaga Penunjang. 
Fungsi lembaga penunjang ini antara lain turut serta mendukung beroperasinya pasar modal, sehingga mempermudah baik emiten maupun investor dalam melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pasar modal. Lembaga penunjang yang memegang peranan penting di dalam mekanisme pasar modal adalah sebagai berikut :
d. Penjamin emisi (underwriter). Lembaga yang menjamin terjualnya saham/obligasi sampai batas waktu tertentu dan dapat memperoleh dana yang diinginkan emiten.
e. Perantara perdagangan efek (broker / pialang). Perantaraan dalam jual beli efek, yaitu perantara antara si penjual (emiten) dengan si pembeli (investor). Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh broker antara lain meliputi :
1) Memberikan informasi tentang emiten 
2) Melakukan penjualan efek kepada investor

f. Perdagangan efek (dealer), berfungsi sebagai :
1) Pedagang dalam jual beli efek
2) Sebagai perantara dalam jual beli efek

g. Penanggung (guarantor). Lembaga penengah antara si pemberi kepercayaan dengan si penerima kepercayaan. Lembaga yang dipercaya oleh investor sebelum menanamkan dananya.

h. Wali amanat (trustee). Jasa wali amanat diperlukan sebagai wali dari si pemberi amanat (investor). Kegiatan wali amanat meliputi :
1) Menilai kekayaan emiten
2) Menganalisis kemampuan emiten
3) Melakukan pengawasan dan perkembangan emiten
4) Memberi nasehat kepada para investor dalam hal yang berkaitan dengan emiten
5) Memonitor pembayaran bunga dan pokok obligasi
6) Bertindak sebagai agen pembayaran

i. Perusahaan surat berharga (securities company). Mengkhususkan diri dalam perdagangan surat berharga yang tercatat di bursa efek. Kegiatan perusahaan surat berharga antara lain :
1) Sebagai pedagang efek
2) Penjamin emisi
3) Perantara perdagangan efek
4) Pengelola dana

j. Perusahaan pengelola dana (investment company). Mengelola surat-surat berharga yang akan menguntungkan sesuai dengan keinginan investor, terdiri dari 2 unit yaitu sebagai pengelola dana dan penyimpan dana.

k. Kantor administrasi efek. 
Kantor yang membantu para emiten maupun investor dalam rangka memperlancar administrasinya.
1) Membantu emiten dalam rangka emisi
2) Melaksanakan kegiatan menyimpan dan pengalihan hak atas saham para investor
3) Membantu menyusun daftar pemegang saham
4) Mempersiapkan koresponden emiten kepada para pemegang saham
5) Membuat laporan-laporan yang diperlukan

Jenis dan Fungsi Pasar Modal
Pasar modal dibedakan menjadi 2 yaitu pasar perdana dan pasar sekunder :
1. Pasar Perdana ( Primary Market )
Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan.

Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.

2. Pasar Sekunder ( Secondary Market )
Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investor setelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa.

Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan.
Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesanannya dilakukan melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas. 

Tempat terjadinya pasar sekunder di dua tempat, yaitu:
1.Bursa reguler
Bursa reguler adalah bursa efek resmi seperti Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Bursa Efek Surabaya (BES)

2.Bursa paralel
Bursa paralel atau over the counter adalah suatu sistem perdagangan efek yang terorganisir di luar bursa efek resmi, dengan bentuk pasar sekunder yang diatur dan
diselenggarakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE), diawasi dan dibina oleh Bapepam. Over the counter karena pertemuan antara penjual dan pembeli tidak dilakukan di suatu tempat tertentu tetapi tersebar diantara kantor para broker atau dealer.

Fungsi Pasar Modal
Tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang memerlukan dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower.

Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower, adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi perusahaannya. 
Di dalam keuangan, dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dan para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil

Menanalisa Peluang Pasar Menyambut MEA


Peukan.com, Peluang pasar dapat dianalisis melalui pendekatan permintaan dan penawaran yaitu 

a) Pendekatan Permintaan 
Pendekatan permintaan menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Misalnya, masyarakat di wilayah pedesaan banyak yang pergi ke kota untuk belanja pakaian. Artinya, golongan masyarakat tersebut membutuhkan pakaian sesuai dengan selera mereka yang tidak dapat diperoleh di desa atau mungkin dapat diperoleh di desa, tetapi harganya terlalu mahal. 

Jadi, di desa ini terdapat peluang usaha untuk menyediakan pakaian kebutuhan masyarakat desa. Melalui pendekatan permintaan Anda dapat mengetahui jumlah permintaan terhadap produk/jasa yang meliputi : 

a. Sasaran pembeli/konsumen
b. Jumlah konsumen 
c. Jumlah klebutuhan 
d. Total kebutuhan pertahun 

Kemudian dengan data-data tersebut Anda dapat membuat proyeksi permintaan misalnya selama 3 bulan mendatang. Tahun Proyeksi Permintaan (dalam unit) misalnya 2005,2006,2007,2008

b) Pendekatan Penawaran 
Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya. Misalnya, seorang wirausaha memproduksi genteng dengan kualitas yang bersaing. Dengan kualitas genteng yang bersaing tersebut, lalu apakah berarti para calon konsumen, developer, pemborong pembangunan rumah dan sebagainya kira-kira berminat membeli, sebab harga genteng produksi wirausaha ternyata lebih mahal dibandingkan genteng dengan kualitas yang sama di pasaran saat ini. Apakah konsumen mempunyai daya beli berminat untuk membeli genteng yang lebih mahal dengan kualitas sama atau membeli genteng yang harganya sama dengan kualitas yang baik. Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama. 

2) Langkah-langkah mengetahui Peluang Pasar 
Langkah-langkah yang harus Anda perhatikan untuk menentukan ada atau tidak adanya peluang pasar adalah sebagai berikut. 

Amati kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan oleh masyarakat sekitarnya. Misalnya, kebutuhan rutin sehari-hari yang paling sering diperlukan (seperti sabun mandi, shampo, pasta gigi, sabun cuci atau sembako). Kebutuhan yang sifatnya musiman (seperti baju untuk Idul Fitri, Natal atau hari besar lainnya), Kebutuhan sapi atau kambing untuk Idul Adha. Kebutuhan payung, jaket atau jas hujan pada waktu musim hujan dan pemenuhan kebutuhan lainnya. 
Kapan saja konsumen membutuhkan produk, apakah setiap saat atau sering dibutuhkan, kadang-kadang dibutuhkan atau jarang dibutuhkan. 

Perhatikan karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin, umur, pekerjaan maupun pendidikan. Karakteristik ini sangat penting untuk menentukan jenis barang apa yang paling cocok dengan kebutuhan konsumen. Misalnya, apabila konsumennya laki-laki, maka kebutuhan laki-laki yang harus banyak disediakan. Apabila kebanyakan konsumennya petani, maka sediakan alat-alat pertanian atau pupuk. Apabila konsumennya sebagian besar pelajar atau mahasiswa, maka sediakan alat-alat tulis, buku, foto copy atau rental komputer/warnet. 

Bagaimana daya beli (kemampuan bayar) konsumen, apakah termasuk konsumen yang mempunyai pendapatan tinggi atau rendah. Misalnya, untuk masyarakat/konsumen yang berpendapatan rendah, maka produk yang disediakan harus dengan kualitas dan harga yang terjangkau oleh tingkat konsumen tersebut. Sedangkan, untuk konsumen yang berpendapatan tinggi dapat disediakan produk dengan kualitas dan harga sesuai dengan tingkat pendapatannya. 

Perhatikan, apakah di pasar ada pesaing atau tidak. Apabila ada pesaing, peluang pasar apa yang belum digarap oleh pesaing. Bagi usaha baru dan kecil lebih baik menggarap niche market. 


3) Menilai Peluang Pasar 
Dalam analisis pasar, biasanya ada beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati (Suryana,2003:145), diantaranya seperti di bawah ini. 

Kebutuhan dan Keinginan Konsumen 
Barang dan jasa apa yang banyak dibutuhkan dan diinginkan konsumen? 
Berapa banyak yang mereka butuhkan? 
Bagaimana daya beli mereka? 
Kapan mereka membutuhkan? 

Jika kebutuhan dan keinginan mereka teridentifikasi dan memungkinkan terpenuhi berarti peluang pasar bisnis kita terbuka dan layak bila dilihat dari kebutuhan/keinginan konsumen. 

Segmentasi pasar 
Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya berdasarkan geografi, demografi, dan sosial budaya. Jika segmentasi pasar teridentifikasi, maka pasar sasaran akan dapat terwujud dan tercapai. 

Target
Target pasar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih. 
Berapa target yang ingin dicapai ? 
Apakah konsumen loyal terhadap bisnis kita ? 

Sangat tergantung pada nilai produk dan jasa yang dipasarkan apakah memberi kepuasan atau tidak. Jika loyal, maka potensi pasar tinggi. 

Nilai tambah 
Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk dan jasa pada setiap rantai pemasaran mulai dari pemasok, agen, sampai pada konsumen akhir. Nilai tambah barang dan jasa biasanya diukur dengan harga. Misalnya, berapa harga dari pabrik pemasok, berapa harga setelah di agen, dan berapa harga setelah ke konsumen. Dengan mengetahui nilai tambah setiap rantai pemasaran, maka nilai tambah bisnis akan dapat diketahui tinggi atau rendah. 

Masa hidup produk 
Harus dianalisis apakah masa hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak. Apakah ukuran lama masa produk lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan laba sampai modal kembali atau tidak ? jika masa produk lebih lama berarti potensi pasar tinggi. Harus dianalisis juga, apakah produk industri baru atau industri lama yang sudah mapan atau produk industri yang sedang menurun. Jika produk industri baru sedang tumbuh, maka potensi pasar tinggi. 

Struktur pasar 
Harus dianalisis apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termasuk pasar persaingan sempurna atau pasar persaingan tidak sempurna ( oligopoli atau persaingan monopolistik). Jika barang dan jasa termasuk jenis pasar persaingan tidak sempurna berarti potensi pasar tinggi, dibandingkan bila produk termasuk pasar persaingan sempurna. 

Persaingan dan strategi pesaing 
Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. Jika persaingan tinggi, berarti peluang pasar rendah. Wirausaha harus membandingkan keunggulan pesaing, dilihat dari strategi produk, strategi harga, strategi jaringan distribusi, dan strategi promosi. 
Apakah lebih unggul ? 
Bagaimana tingkat teknologinya ? 
Jika pesaing lebih unggul, berarti bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan akan lemah dalam persaingan. Untuk memenangkan persaingan, tentu saja bisnis tersebut harus lebih unggul daripada pesaing. 

Ukuran pasar 
Ukuran pasar dapat dianalisis dari volume penjualan. Jika volume penjualan tinggi berarti pasar potensial. Misalnya, untuk volume penjualan usaha sk ala kecil sebesar Rp 5 miliar per tahun atau sebesar Rp 10 juta per hari, berarti ukuran pasar cukup besar. 

Pertumbuhan pasar 
Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. Jika pertumbuhan pasar tinggi (misalnya, lebih dari 20%), berarti potensi pasar tinggi. 

Laba kotor 
Apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah ? Jika profit margin kotor lebih dari 20 persen, berarti pasar potensial. 

Pangsa pasar 
Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Jika pangsa pasar menurut proyeksi meningkat bahkan setelah ima tahun mencapai 40%, berarti bisnis yang akan dilakukan atau dikembangkan memiliki pangsa pasar yang tinggi.


B. PEMILIHAN LOKASI USAHA 
Dalam merencanakan suatu usaha, perlu memilih letak lokasi usaha yang strategis. Karena letak lokasi usaha akan berhubungan dengan masalah efisiensi transfortasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai konsumen. 

Apabila usaha Anda dapat menekan biaya-biaya produksi dan biaya operasional lainnya, maka daya saing usaha akan meningkat karena harganya menjadi lebih kompetitif. Jika tingkat persaingan tidak terlalu hebat, hal ini akan meningkatkan laba usaha Pemilihan lokasi usaha juga berhubungan dengan kebutuhan luas bangunan dan pengembangan serta perluasan usaha di masa yang akan datang. Setiap jenis usaha memerlukan penentuan lokasi yang berbeda. 

Usaha dalam bidang produksi atau industri membutuhkan lokasi yang berbeda dengan usaha dalam bidang perdagangan atau distribusi. Pentingnya faktor-faktor lokasi berbeda-beda sesuai dengan sifat perusahaan . Umumnya lokasi perusahaan akan ditentukan oleh kedekatan dengan pasar, hubungan dengan pelanggan, tersedianya staf yang mampu, dan tersedianya bahan-bahan mentah. Semakin luas daerah pasar , semakin kurang penting lokasi usaha. Jika daerah pemasaran kecil, semakin pentinglah pilihan lokasi usaha. Namun, sebagai pedoman umum bisnis haruslah terletak sedemikian rupa, sehingga dekat dan mudah mencapai pelanggan , dan demikian sebaliknya. Pemilihan lokasi usaha harus bedakan, apakah penentuan lokasi tersebut untuk tempat kedudukan kantor perusahaan atau untuk tempat perusahaan beroperasi dan menjalankan kegiatan usahanya. Sifat-sifat dari bahan baku yang akan diolah, bahan yang akan didistribusikan ikut mempengaruhi penentuan lokasi usaha. 

Penentuan lokasi penting bagi usaha tertentu, seperti toko pakaian atau toko bahan makanan, tetapi tidak begitu penting bagi toko barang-barang antik atau bengkel mobil. Karna jika sukar untuk memindahkan suatu usaha, maka harus berhati -hati dalam mengambil keputusan untuk menentukan lokasi. 

Ada tiga faktor yang dapat pertimbangkan untuk memilih dan menentukan lokasi usaha, yaitu 
  1. Faktor bahan baku, pasar, dan ongkos transportasi. 
  2. Faktor Lingkungan Setempat, 
  3. Faktor lain yang membantu proses kelancaran kinerja perusahaan. 


1) Faktor Bahan Baku, Pasar, dan Ongkos Transportasi. 
Faktor bahan baku, seperti bahan mudah rusak, ukuran berat, dan volume bahan baku merupakan faktor utama yang harus pertimbangkan karena secara langsung akan berpengaruh terhadap biaya transfortasi dan proses produksinya. Apabila membuka usaha produksi yang menggunakan bahan baku yang mudah rusak, seperti ikan atau susu, maka akan lebih menguntungkan memilih lokasi dekat dengan bahan baku. Perusahaan Air Minum Mineral dalam kemasan kebanyakan memilih lokasi perusahaannya dekat sumber mata air sebagai bahan baku utamanya. 

Sedangkan, untuk usaha produksi yang menggunakan bahan baku tahan lama, seperti usaha produksi tahu atau tempe. K arna sifat dari tahu atau tempe yang mudah rusak, maka lebih tepat memilih lokasi dekat dengan pasar. Meskipun biaya transportasi untuk mengangkut kedelai ke tempat produksi membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Setelah Anda mempertimbangkan dan mempelajari faktor sifat mudah rusaknya bahan baku atau hasil produksi seperti contoh di atas, Anda perlu juga mempertimbangkan biaya transportasinya. Selanjutnya Anda tinggal memilih di mana lokasi yang sesuai dan cocok dengan usaha anda. Apakah dekat dengan jalan raya untuk pembuangan limbah yang telah diolah atau dekat sumber air yang melimpah untuk bahan pembantu yang sangat dibutuhkan dalam usaha tersebut. 

Mendirikan usaha dagang seperti toko, distibutor atau agen tentu akan lebih menguntungkan untuk memilih lokasi dekat pasar, baik pasar secara fisik maupun pasar dalam arti konsumen. Faktor lain yang harus Anda pertimbangkan untuk memilih lokasi usaha perdagangan, di antaranya : jenis dan sifat industri setempat, jumlah dan tingkat sosial penduduk, kemajuan kota atau desa, kebiasaan, kesukaan berbelanja, dan tingkat persaingan usaha di daerah tersebut. Dalam memilih lokasi usaha dengan pertimbangan bahan baku dan pasar ini sekaligus mempertimbangkan biaya transfortasi, tersedianya bahan pembantu utama dan kelancaran penyediaan bahan baku.

2) Faktor Lingkungan Setempat 
Beberapa faktor lingkungan setempat yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi usaha, antara lain : 
kemungkinan pengadaan tenaga kerja yang murah dan mudah, pengaruh usaha terhadap ligkungan, jumlah dan tingkat sosial penduduk, adat istiadat, tingkat harga tanah, dan tersedianya bahan-bahan pembantu penting. 

Contohnya, industri pengolahan yang membutuhkan banyak air, seperti industri air minum kemasan, pembuatan sari buah, penyamakan kulit, pengolahan ikan, dan sebagainya harus memperhitungkan, apakah lingkungan mampu menyediakan sumber air yang memadai dalam jumlah maupun kualitasnya. Juga perlu dipertimbangan kemungkinan pengaruh limbah yang dibuang terhadap lingkungan setempat, sehingga tidak merusak lingkungan sekitar lokasi usaha. 


3) Faktor lain yang membantu proses kelancaran kinerja perusahaan 
Faktor-faktor lain yang dapat dijadikan bahan pertimbangan tambahan di antaranya adalah sebagai berikut : 
Fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, seperti listrik, telepon, jalan, prioritas pemerintah atau keringanan-keringanan, dan bimbingan yang kerap kali dikaitkan dengan proyek-proyek pemerintah di suatu daerah tertentu. 

Peraturan-peraturan setempat dimana usaha akan beroperasi perlu dipertimbangkan dan wajib dipenuhi. 

Kebutuhan bahan bangunan, seperti semen, batu, pasir dan sebagainya merupakan pertimbangan lain yang berkaitan dengan pembangunan gedung. 

Faktor iklim, panas udara, dan kelembaban yang berpengaruh terhadap kondisi kerja, alat, mesin maupun manusia dapat juga menjadi bahan pertimbangan. 

Sebagaimana halnya banyak keputusan lain, dalam memilih tempat usaha ini terlibat penilaian yang bersifat siklis. Faktor satu akan berpengaruh terhadap yang lainnya dan akhirnya muncul satu atau beberapa pertimbangan yang dapat mengesampingkan faktor lain. Namun, di antara faktor-faktor tersebut yang paling menonjol adalah faktor bahan baku, pasar, dan biaya transfortasi. Dalam hal ini dibutuhkan pertimbangan dan pemikiran matang yang logis. 

Sebelum anda mengambil keputusan tentang lokasi usaha anda sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pihak-pihak berikut,: 
Bankir. Biasanya mereka mempunyai pengertian yang baik tentang kondisi bisnis serta latar belakang dari kebanyakan lokasi bisnis, dalam suatu masyarakat atau komunitas. 
Kamar dagang setempat. Badan ini dapat membantu Anda merekomendasikan lokasi yang baik, tergantung kepada jenis tertentu bisnis Anda. 

Pedagang , Mereka mempunyai pengetahuan yang luas mengenai lokasi-lokasi dalam daerah pasar tertentu. 

Asosiasi dagang. Mereka mempunyai informasi tentang kondisi ekonomi dan pasar-pasar dalam suatu daerah tertentu. 

Badan pemerintah. Badan-badan yang mempromosikan pengembangan bisnis akan mampu memberikan bantuan tambahan. 

Sumber-sumber. Hal ini meliputi daerah pengembangan industri, perusahaan listrik, perusahaan pengangkutan kereta api, perusahaan real estate, kantor penempatan tenaga kerja, dan para wirausaha setempat. 

Dalam mengambil keputusan terakhir, mungkin Anda akan memerlukan per bandingan dari perbagai tempat lokasi. Dasar perbandingan yang dapat dipakai adalah berapa besar biaya untuk memiliki dan menjalankan usaha di lokasi tertentu. Formulir analisis biaya dalam gambar akan membantu Anda untuk meringkaskan 

informasi, yang Anda butuhkan untuk mengambil keputusan yang baik. Bentuk yang lengkap, dengan peta kota, dan daerah serta statistik mengenai populasi dan pendapatan, seharusnya membantu Anda dalam membuat keputusan yang benar.


KASUS:
TEROBOS PASAR DUNIA DENGAN KAUS 

Cerita soal kesuksesan mendobrak pasar, kepiawaian PT Caladi Lima Sembilan (C59) yang berjaya di Eropa Timur mungkin bisa disimak dan menjadi cermin kiat menerobos pasar dunia. Keputusan produsen kaus dari Bandung untuk memperluas pasar ekspor itu, antara lain dipicu oleh persaingan pasar lokal yang sesak serta peluang ekspor yang menganga. Bahkan di beberapa negara, pemain kaus tidak terlalu banyak, apalagi jarak kaus merek top dengan merek kedua sangat jauh sehingga bisa diisi oleh C59. 

Oleh Karena itu, C59 begitu gencar menggarap ekspor sejak tahun 2000. Sebelumnya, C59 bukan tidak pernah punya pengalaman dalam urusan ekspor kaus oblong ini. Namun, selama ini C59 hanya memasok kaus kepada pembeli di luar negeri yang kemudian menjual lagi dengan merek lain. Pembeli semacam ini biasanya adalah perusahaan multinasional yang memesan kaus untuk cabang-cabang mereka di negara lain. Keinginan kuat untuk tidak melulu menjadi ‘tukang jahit’, akhirnya datang ketika dua orang Slovakia secara tidak sengaja menemukan kaus C59 ketika berada di Sumatera dan tertarik memasarkannya di negara mereka. 

Akhirnya, pasar Eropa Timur pertama digarap di Slovakia melalui kedua mitra setempat itu dengan menyebarkan kaus C59 ke 40 toko di seluruh negeri. Di sana C59 melakukan penggarapan pasar yang intens dengan melakukan sponsorship untuk konser musik tahunan dan kompetisi snow boarding. Hasilnya, kaus C59 mampu bersaing dengan merek-merek lain yang top. Bahkan, turis asal Hungaria menjadikan C59 sebagai oleh-oleh ketika berlibur ke Slovakia. 

Setelah posisi mantap, C59 mulai mengembangkan pasarnya ke negara sekitar Slovakia, seperti Rumania dan Polandia. Untuk mendukung langkahnya menerobos pasar ekspor, C59 mengembangkan e-commerce melalui situs internet. Jadi pelanggan dari luar negeri bisa memesan kaus dengan desain yang lebih beragam dan lebih leluasa sesuai selera. 

Selain pasar Eropa, C59 juga sedang berancang-ancang menguasai pasar ASEAN dengan lebih serius. Alasannya, karena masih serumpun dan letak geografis yang lebih dekat, ukuran badan orang di negara-negara ASEAN juga relatif sama dengan orang Indonesia. Sehingga dalam urusan produksi dan promosi pun bisa selaras dan tak jauh berbeda dengan strategi pasar lokal. Apalagi ada MTV Asia yang bisa digunakan sebagai media beriklan secara regional. (Sumber: Jackie Ambadar dkk., 2004,Usaha Yang Cocok Untuk Anda, Jakarta, Yaya san Bina Karsa Mandiri) 

Sesuaikan Agenda Akhir Tahun anda Dengan Pameran dan Event Berikut


Peukan.com, Memasuki akhir tahun 2015 sederet pameran dan event yang diadakan level nasional maupun internasional yang digelar dapat dihadiri sebagai referensi dan rujukan bagi para pengusaha serta wisatawan, 

                       SEPTEMBER

Jawa Barat Expo (JABEX) 2015
2 – 6 September 2015
Graha Manggala Siliwangi Bandung

Theme Park Expo 2015
3 – 4 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

ASEAN Farm Show Surabaya
3 – 6 September 2015
Grand City Convex Surabaya

Job Fair Nasional 2015
4 – 5 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta


Aceh International Rafting Championship Aceh, 

digelar di Aceh Tenggara September 2015


Seumeuleung, 

digelar di Kabupaten Aceh Jaya 26 September 2015


Festival Leuser Agara, 

digelar di Aceh Tenggara September 2015


Pameran Yogyakomtek 2015
5 – 9 September 2015
JEC Yogyakarta

Pameran 17th Mining Indonesia 2015
9 – 12 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran 18th Construction Indonesia 2015
9 – 12 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran 10th Oil & Gas Indonesia 2015
9 – 12 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Franchise & License Expo Indonesia
11 – 13 September 2015
Assembly Hall, JCC Jakarta

Classic Culture Auto Show
12 – 13 September 2015
JEC Yogyakarta

Pameran Electric, Power & Renewable Energy Indonesia 2015
16 – 19 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Indobuildtech Expo Balikpapan
16 – 20 September 2015
DOME Balikpapan

Pameran Hardware Expo 2015
17 – 19 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Indoautomotive 2015 Jakarta
17 – 19 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Indofastener 2015
17 – 19 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Indo Hardware Show 2015
17 – 19 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Furniture & Wood Machinery “IFMAC” 2015
17 – 19 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Distro Clothing Festival 2015
17 – 20 September 2015
Jogja Expo Center

Surabaya Auto Expo 2015
23 – 27 September 2015
Grand City Convex Surabaya

Anime Festival Asia Indonesia 2015
24 – 26 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Jakarta Mega Wedding Festival 2015
24 – 27 September 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Property Expo 2015
30 September – 4 Oktober 2015
Celebes Convention Center Makassar

Celebes Fair 2015
30 September – 4 Oktober 2015
Celebes Convention Center Makassar

ALLPACK 2015
30 September – 3 Oktober 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta


OKTOBER

Pameran IndoFit Wellness 2015
7 – 9 Oktober 2015
The Hall Senayan City

Pulau Weh Bike 2015, 
diselenggarakan di Kota Sabang 3–4 Oktober 2015

Indonesia maritime Expo 2015
7 – 9 Oktober 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Tahun Budaya Aceh Barat, 
digelar 8 Oktober 2015

Indonesia Transport, Supply Chain Logistic
7 – 9 Oktober 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran Allprint, LED & Signage expo 2015
7 – 10 Oktober 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Miracle Wedding Exhibition
7 – 11 Oktober 2015
ISTANA PLAZA – Bandung

Jakarta Kids Fair 2015
8 – 11 Oktober 2015
Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City

PUSPITA 2015 – Pameran Untuk Segala Keperluan Wanita
8 – 11 Oktober 2015
JCC Jakarta

Jatim Fair 2015
8 – 18 Oktober 2015
Grand City Surabaya

Surabaya Tools & Machinery 2015
14 – 18 Oktober 2015
JX International Expo (Jatim Expo)

Pameran Cosmobeaute Indonesia 2015
15 – 17 Oktober 2015
JCC Jakarta

Pameran Indonesia International Seafood & Meat Expo 2015, Farmtech
15 – 17 Oktober 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Indonesia Traditional Wedding Festival 2015
16 – 18 Oktober 2015
Bale Asri Pusdai, Jl. Diponegoro Bandung

MangaFest 2015
17 – 18 Oktober 2015
JEC Yogyakarta

Karnival Adhikarya Nusantara – Expo Batik, Bordir, Craft, Bordir & Tenun Indonesia
21 – 25 Oktober 2015
Graha Manggala Siliwangi Bandung

Trade Expo Indonesia 2015
21 – 25 Oktober 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Indobuildtech Expo Bandung
21 – 25 Oktober 2015
Bandung Convention Center

Aceh Forest Explorer (4×4), 
event ini akan digelar di Kota Langsa 24-25 Oktober 2015


Banda Aceh Coffee Festival, 
digelar di Kota Banda Aceh 23-25 Oktober 2015

Pesta Rakyat & Pentas Seni Jatim
28 Oktober – 1 November 2015
Halaman Parkir Stadion Gajayana Malang

Pameran Computer Exhibition Show 2015
31 Oktober – 4 November 2015
JEC Yogyakarta


NOVEMBER

INDONESIA INFRASTRUCTURE WEEK 2015
4 – 6 November 2015
JCC Jakarta

SUBSEA ASIA 2015
4 – 7 November 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Indonesia Women Week (IWWE) 2015 
4 – 8 November 2015
Bandung Convention Centre

Indonesia Shari’a Economic Festival 2015 (ISEF)
5 – 8 November 2015
Dyandra Convention Center

PALENTS (Pro, Audio, Lighting, Entertainment & Technology Show) 2015
5 – 8 November 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Makassar Fair 2015
5 – 15 November 2015
Lapangan Karebosi Makassar

Indonesia Toys, Game & Comic Convention 2015
7 – 8 November 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Aceh International Islamic Art and Culture Festival, 
digelar pada 9-15 November 2015 di Kota Banda Aceh

SIAL Interfood 2015
11 – 14 November 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

The 28th Real Estate Expo 2015
14 – 22 November 2015
Jakarta Convention Center

Pameran Plastic & Rubber Indonesia 2015
18 – 21 November 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

The 15th INDOCRAFT 2015
18 – 22 November 2015
Jakarta Convention Center

The 1st Asia Education Technology Expo (AETE) 2015
19 – 21 November 2015
Jakarta Convention Center

Indonesia Toys and Games Fair 2015
19 – 21 November 2015
Jakarta Convention Center

The 3rd Indonesia Quality Expo & Conference (IQEC) 2015
19 – 21 November 2015
Jakarta Convention Center

Jogjakarta Volkswagen Festival #2
21 – 22 November 2015
JEC Yogyakarta

Expo Koperasi & UMKM
26 – 30 November 2015
Grand City Surabaya

Pameran Gadget IT Show & Sale (GISS)
27 November – 1 Desember 2015
JEC Yogyakarta

Pesona Pangan Nusantara ke-10, Pameran Makanan & Kuliner
27 November – 1 Desember 2015
JEC Yogyakarta


DESEMBER

Pameran Manufacturing Indonesia 2015
2 – 5 Desember 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Pameran The 29th Machine Tool Indonesia 2015
2 – 5 Desember 2015
JIExpo Kemayoran Jakarta

Peringatan 11 Tahun Tsunami Aceh, 
dipusatkan di Kota Banda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004


Haul Sultan Iskandar Muda, 
digelar pada tanggal 27 Desember 2015 di kompleks kuburan Sultan Iskandar Muda, Kota Banda Aceh.

Pameran Apkom Yess 2015
5 – 9 Desember 2015
JEC Yogyakarta

Indie Clothing Carnival
18 – 20 Desember 2015
Jogja Expo Center


Pencipta Warna-Warni Jepang Akan Masuk Indonesia


Peukan.com, TOKYO - Pencipta warna khas Jepang yang sekaligus CEO Momentum Factory Orii, Koji Orii, berencana untuk memasuki pasar Indonesia tahun depan. Pembuat warna-warni khas Jepang bahkan pencipta warna khas Jepang itu yang terbaik di Jepang, berusaha membangkitkan kembali perekonomian Takaoka, kampung halamannya, dengan karyanya tersebut, sejak 18 tahun lalu.

"Saya memang kelahiran Takaoka sini. Lalu hijrah ke Tokyo dan 8 tahun lalu kembali ke Takaoka bersama teman-teman di sini mendirikan perusahaan ini," kata Orii khusus kepada Tribunnews.com, Selasa (2/9/2015).

Orii kembali dari Tokyo ke kampung halamannya lagi karena melihat generasi muda sangat berkurang, dan berusaha membangkitkan perekonomian Takaoka lebih baik lagi.
"Saat saya kembali ke Takaoka perekonomian di Takaoka kurang baik, bisnis logam yang terkenal di Takaoka juga anjlok. Saya berusaha membangkitkan dengan mengkreasikan warna dan logam sebagai keahlian saya bersama teman-teman di sini," kata Orii di pabriknya di Takaoka, Perfektur Toyama.

Keahliannya sebagai pencipta warna-warni ala Jepang itu memang telah terbukti dengan keberhasilannya berpameran di berbagai tempat seperti di New York Amerika Serikat dan dalam waktu dekat di Taiwan. Penghargaan Scenic Advertisement Toyama diperolehnya sebagai Artis Terbaik, tiga tahun berturut-turut sejak 2012, 2013, dan 2014.

"Kami ingin mengembangkan lebih lanjut ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia mungkin tahun depan. Permintaan desain warna-warni Jepang pada logam telah muncul dari banyak negara. Tetapi keterbatasan tempat dan produksi kami belum bisa memenuhi permintaan tersebut. Namun biar bagaimana pun kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat baik sehingga mungkin tahun depan akan ke Indonesia melihat pasar yang potensial bagi pengembangan bisnis," tambahnya.

Orii telah memberikan nama pada sedikitnya 20 jenis warna-warni gaya Jepang. Misalnya warna biru corak seolah cipratan emas, diberikan nama Hanmon Gas Seidou. Lalu warna seperti emas kuning agak muda dengan pola seperti batu marmer, diberikan nama Hanmon Chakashoku, dan sebagainya.

"Pemberian warna-warni dan pola tanpa zat kimia berbahaya, kami upayakan mendekatkan diri dengan bahan alam," paparnya menjelaskan. Misalnya untuk warna biru tersebut diambil dari sari warna umbi-umbian yang ada di Jepang. Bisa juga menggunakan sari warna dari buah, daun dan sebagainya.

Praktis pewarnaan tersebut, beserta penyelesaian produk menjadi mengkilat indah, dilakukan dengan tangan sendiri, tidak menggunakan robot atau mesin cetak produksi canggih. Itulah mungkin yang membuat karya-karya logam dan pewarnaannya memiliki ciri khas di Jepang. Handmade.

"Dia adalah artis hebat  dan satu-satunya terbaik untuk teknik kreasi pewarnaan di Jepang. Setidaknya terbaik di Perfektur Toyama ini," kata H, Akimoto, seorang pejabat Kota Takaoka kepada Tribunnews.com.

Demikian pula Koji Yoshikawa, Executive Vice President Kanaya Co. Ltd., mengakui kehebatan artis Orii tersebut.
"Usianya masih 45 tahun tetapi hebat sekali dia dalam mengkreasikan warna-warni khas pola Jepang. Sangat indah. Memang seniman luar biasa dia. Salah satu asset berharga Jepang," ujarnya.

Orii yang memiliki dua anak dalam usahanya dibantu penuh oleh istri tercintanya. Pengembangan usahanya ke Indonesia memang dipikirkan serius sejak lama karena tahu perekonomian Indonesia sangat baik saat ini.
"Ekonomi Indonesia saya dengar sangat baik saat ini, menarik untuk dijajaki lebih lanjut pasar Indonesia," kata Orii yang mengaku belum pernah ke Indonesia atau negara di sekitar Indonesia.

tribune

Kuah Eungkot Kereling Khas Nagan Raya

Peukan.com-Berbicara kuliner di Aceh, bakal tak akan ada habisnya. Setiap daerah memiliki keragaman dan citarasa tersendiri, yang telah turun temurun sejak zaman kerajaan Aceh berjaya. Hal itu dikarenakan tanah Aceh yang subur kaya akan berbagai rempah yang sebahagian di antaranya diracik menjadi muan bumbu-bumbu dengan berbagai cita rasa Kuah ‘eungkot keureuling’ (ikan kerling) misalnya. Masakan ini telah menjadi sajian dan hidangan dalam berbagai ritual kerajaan dan adat budaya di Aceh sejak dulu kala. Masakan ikan air tawar (sungai) ini memang menggugah selera dan membuat lidah kita ketagihan.

Salah satu rumah makan yang menyediakan kuliner khas eungkot keureuling di Nagan Raya adalah Rumah Makan Pinang Merah yang berlokasi di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujong Fatihah, Kabupaten Nagan Raya. Rumah makan ini dirintis sejak tahun 2005 oleh Ermawati, istri dari seorang guru SMP 1 Kuala, Zulkifli.

Pada awalnya, warung yang terbuat dari papan pohon kelapa itu dibuka hanya untuk sekedar menambah pendapatan keluarga. “Rata-rata omzet saat itu sekitar Rp 500.000 sampai Rp 1 juta per hari,” sebut Ermawati.

Tahun 2008, Bank Aceh Cabang Jeuram melalui Cabang Pembantu Simpang Peut memberikan fasilitas kredit sebesar Rp 150 juta untuk perbaikan tempat dan tambahan modal usaha. Dua tahun kemudian (2010), ketika kredit tersebut lunas, Ermawati kembali mendapat bantuan fasilitas kredit dari Bank Aceh sebesar Rp 200 juta.

Usaha rumah makan pun berkembang pesat. Rumah Makan Pinang Merah juga semakin dikenal hingga ke daerah-daerah tetangga. Tidak heran, rata-rata omset per harinya mencapai Rp 4 juta sampai dengan Rp 6 juta. “Pelanggan yang datang tidak hanya berasal dari kawasan Nagan Raya, tetapi juga dari Meulaboh dan Blangpidie. Persediaan ikan keureuling dipasok oleh masyarakat sekitar dan dari seluruh pelosok kawasan nagan raya.” ungkap Ermawati.
Membangun Usaha Berbasis Simbiosis Mutualisme

Pemimpin Bank Aceh Cabang Jeuram, Hermanto, mengatakan bahwa dukungan penuh yang diberikan Pemkab Nagan Raya kepada Bank Aceh Cabang Jeuram merupakan salah satu semangat bagi pihak bank dalam melakukan ekspansi pelayanan Bank Aceh kepada masyarakat Nagan Raya.

Salah satunya melalui perluasan akses layanan kredit (modal kerja dan investasi) di sektor produktif, terutama kepada UKM-UKM yang berbasis kerakyatan. “Salah satu misi kami di Nagan Raya adalah untuk membangun ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekonomi,” ujar Hermanto.

Humas Bank Aceh, Amal Hasan, menambahkan, Bank Aceh sebagai bank milik daerah memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk secara konsisten meningkatkan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan membantu pertumbuhan usaha masyarakat.

“Peran Bank Aceh yang lebih luas dimasa yang akan datang diharapkan akan mampu memperkuat UKM-UKM diberbagai sektor di Aceh dengan membangun usaha berbasis simbiosis mutualisme,” demikian Amal Hasan.



serambi

iklan

 
ibs(idblogsite)